GEDONG ANOM KEBON KOPI
Jl. Jend. H. Amir Machmud No. 89
GEDONG ANOM KEBON KOPI
2026-07-23

NOMOR SK: 430/ KEP.2982 - DISBUDPARPORA / 2025


TENTANG GEDONG ANOM KEBON KOPI SEBAGAI BANGUNAN CAGAR BUDAYA KOTA CIMAHI


ID OBJEK: CB.6161.20250322.00001 


NAMA OBJEK: Gedong Anom Kebon Kopi


STATUS OBJEK: ODCB Kota Cimahi


ALAMAT: Jl. Jend. H. Amir Machmud No.89


DESA/KELURAHAN: Cibeureum


KECAMATAN: Cimahi Selatan


KABUPATEN / KOTA: Kota Cimahi


PROVINSI: Jawa Barat


KODE POS: 40535


BAHAN: Semen, pasir, atap, genting, batu kali, kayu, Cat Kayu, Cat Tembok.


KOORDINAT GEOGRAFIS


LAT: -6.904409


LON: 107.564629


KETINGGIAN (ELEVASI): 685 mdpl


BATAS-BATAS


UTARA:Jalan Masuk dan Lahan Kebon Kopi


SELATAN: Lapangan Parkir


TIMUR: Lapangan Parkir


BARAT: Lahan Kebon Kopi


UKURAN


L. BANGUNAN: 571 m²


L. TANAH: 12.429 m² 


SEJARAH


PERIODE/MASA: Kolonial


GAYA/LANGGAM: Indies-Empire Style


Waktu Pembuatan: 1850



KONDISI SAAT INI


Bangunan Gedong Anom Kebon Kopi memiliki Langgam Arsitektur Barok, terdapat pula gaya lain, yaituIndische Empire Styleyang lebih dikenal sebagai Arsitektur Indis.Indische Empire Style pada Gedong Anom Kebon Kopi sangat terlihat dalam penataan dan susunan ruang secara hierarkis, dengan bentuk denah yang simetris serta halaman yang luas. Selain itu, mencerminkan kesan monumental dan megah. Bangunan Gedong Anom Kebon Kopi mengadaptasi pula aspek iklim dan budaya lokal di Hindia Belanda, yang disebut merupakan “eklektisisme”. Langgam Arsitektur Eklektik adalah sebuah gaya hasil dari pendekatan desain yang melibatkan pemilihan dan penggabungan elemen dari berbagai gaya arsitektur klasik dalam satu desain baru.

Pemilik awal lahan kebon kopi ini adalah Wangsadimarta. Lahan yang dimiliki oleh keluarga Wangsadimarta sangatlah luas hingga ke daerah Andir dan Rancabentang, Kota Bandung. Karena keaslian rumah yang tetap mempertahankan gaya kolonial, rumah ini sering dipakai untuk syuting film. Rumah Gedong Rorak disebut sebagai Gedong Anom oleh masyarakat, dikarenakan ditinggali oleh Rd Bosman, anak bungsu dari Rd Hanapi Wangsadikrama, yang dipanggil sebagai Juragan Anom .

Dalam kondisi tidak terlalu terawat, rumah berikut lahannya yang luas dijual kepada PT Blue Bird Tbk., pemilik angkutan umum. PT Blue Bird Tbk. menjadikan Gedong Anom sebagai mess karyawan atau sopir taksi. Pada 2023, Blue Bird melakukan renovasi pada sejumlah bagian Gedong Anom karena sudah rapuh dan dikhawatirkan ambruk. Bagian yang direnovasi itu antara lain listplank, penggantian genting, plafon, dan penambalan dinding yang retak.


DESKRIPSI


Bangunan tua di kawasan Kebon Kopi, Cibeureum, Kota Cimahi itu telah menjadi ikon daerah Cibeureum. Bangunan itu disebut sebagai gedong Rorak. Istilah rorak ini mengacu pada sistem perkebunan kopi atau kakao. Rorak merupakan saluran buntu atau bangunan berupa got dengan ukuran tertentu yang dibuat pada bidang olah teras dan sejajar garis kontur yang berfungsi untuk menjebak atau menangkap aliran permukaan dan tanah yang tererosi. Selain itu, rorak bermangfaat sebagai media penampungan bahan organik dan sumber hara bagi tanaman di sekitarnya. Pada tanaman kopi dan kakao, rorak adalah galian yang dibuat disebelah pokok tanaman untuk menempatkan pupuk organik dan dapat berfungsi sebagai lubang drainase. Rorak merupakan salah satu praktik baku kebun yang bertujuan untuk mengelola lahan, bahan organik dan tindakan konservasi tanah dan air di perkebunan kopi dan kakao. (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Jember, 2012). Gedong Rorak berdasarkan toponimi Kebon Kopi di daerah tersebut. Bisa disebutkan, bahwa nama Kebon Kopi berasal dari keberadaan kebun kopi di seputaran

Gedong Rorak ini. Di Indonesia kopi mulai dikenal pada 1696, yang dibawa oleh VOC. Tanaman kopi di Indonesia mulai diproduksi di pulau Jawa, dan hanya bersifat coba- coba, tetapi karena hasilnya memuaskan dan dipandang oleh VOC cukup menguntungkan sebagai komoditi perdagangan maka VOC menyebarkannya ke berbagai daerah agar para penduduk menanamnya. (Najiyanti & Danarti, 2007).

Sementara di Priangan, pada 1707, atas perintah wali kota Amsterdam Nicholas Witsen, Gubernur Jenderal VOC Williem van Outshoorn mengumpulkan bupati Priangan untuk diajak melakukan penanaman kopi di wilayah mereka masing-masing. Ini menjadi titik awal kopi ditanam dalam skala besar di Pulau Jawa. Pemilik lahan kebon kopi ini adalah Wangsadimarta. Lahan yang dimiliki oleh keluarga Wangsadimarta sangat lah luas hingga ke daerah Andir, Kota Bandung.

Merujuk kepada peta yang diterbitkan oleh Topografsche inrichting in Nederlandsch-Indië di Batavia pada 1904 dengan judul Java, Res. Preanger regentschappen, Blad H.XXI, koleksi KITLV Leiden, Disebutkan bahwa Gedong Anom Kebon Kopi (notasi berupa kotak dengan garis tebal dan berarsir diagonal) berupa area luas yang masih kosong di depan De Groote Postweg (Jalan Raya Pos). Lahan tersebut masuk ke dalam District Tjilokotot, Afdeeling Bandoeng (KITLV, No. Inv. D G 15). Notasi yang menunjukkan bahwa bangunan Gedong Anom Kebon Kopi sudah berdiri di kawasan tersebut termuat di dalam peta berjudul Tjimahi: herzien door den Topografschen Dienst in 1931 (KITLV, No. Inv. D G 23,60).


PEMILIK: PT Blue Bird Tbk.


ALAMAT: Jl. Mampang Prapatan Raya No. 60, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

Bagikan Lewat:
MAKAM EMBAH TUMPANGJl. Gandawijaya
Markas Kodim 0609/CimahiJl. Gatot Subroto No.248 Kota Cimahi
Gerbang Kerkhof LeuwigajahJl. Kerkhof No. 68A
RUMAH PETINGGI BELANDAJl. Sriwijaya No 11
LONCENG RS DUSTIRAJl. Dustira No. 1
DAPUR PUSDIKHUBJl. Gatot Subroto No. 5
KANTOR PENJAGAAN YON ARMEDJl. Gatot Subroto No. 51

Pelaku Budaya

FOTO
QUEENSHA KAYLA MAZAYA NURPIJALpelaku drama musikal teater
FOTO
MUHAMMAD RIDWAN NAUFALmemainkan alat musik gitar
Selengkapnya...
SADAYAPADU - PEMAJUAN BUDAYA LOKAL KOTA CIMAHI
Berdasarkan ketentuan Pasal 10 Peraturan Daerah Kota Cimahi
Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Lokal
disbudparpora